Kamis, 10 Maret 2016
Telingaku
Entah kenapa seketika jantung ku berhenti. Seperti menyuruhku untuk memikirkan sesuatu, entah mengapa mimpi mimpiku seakan terjawab untuk menyuruhku bangun dari tidurku. Ya menyuruhku untuk membuka mata bahwa mimpiku kini telah didepan mataku. Ahh..lagi dan lagi waktu terus saja mengintaiku dan memberi jawabnya yg indah. Angin begitu cerah seakan mendorongku untuk menoleh keluar. Sekali dua kali aku sempat putus asa, yg ketiga waktu memberikan aku kesempatan untuk melihat telingaku kembali. Aku tahu aku dekat dengat telinga ku, namun sayang aku hanya bisa melihatnya ketika aku berkaca utuh sebadan sendirian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar