Sabtu, 29 Agustus 2015

Perihal diriku

 Aku adalah sesosok yg tak diharapkan ada kehadiran nya. Tapi aku tak bisa dipungkiri bahwa aku bisa menjadikan kau sebagai satu satunya tempat aku menggantung sejenak bebanku. Karena kau tahu? Aku adalah mata mata yg begitu tajam ingin menancap dalam-dalam masa lalumu. Benar memang, aku hanyalah segenap remah remah yg tak pernah di besitkan dalam benak mu. Tapi kau hanya coba-coba seperti permainan masa kecil dulu. Aku percaya, kelak kau kan bisa mengerti perasaan yg tak logika ini. Begitu banyak orang menertawakan ku dalam diam tapi tak banyak juga orang yg tersenyum atas kebangkitanku di hari esok. 
 Haha terlalu sarkasme kata kata ku diatas tapi harus kau tau, betapa aku mencoba keras memecahkan batu. Mencoba lembut mengunyah roti ku dalam semalaman. Tidak mudah menjalani perjalananku yg seharusnya menurun tapi aku terpaksa mendaki. Yg seharusnya aku tertawa tapi malah menangis. Tidak masalah bagiku, karena hidup penuh dengan tantangan. Tapi kalau terus menerus seperti ini. Aku akan membiarkan mu seperti angin. Yg tak akan pernah kembali lagi. Ada, tapi tak bisa ku sentuh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar