Jikalau memang bunga yg kau ambil salah, maka tanamlah lagi dengan sebaik-bailnya. Lalu mengapa kini kau malah melihat bunga yg lain seakan kau tak ingin mengambilnya. Luka, waktu lah yg membantu mengkikisnya tapi mengapa tidak sama sekali?
Aku tak berharap banyak dengan mu tapi aku ingin menjadi satu satunya bunga yg hirup dengan pasti. Maafkan aku jikalau aku memang tak begitu indah untuk kau cium, kau genggam, bahkan untuk kau sentuh sekalipun. Maafkan aku bila aku tak ingin bisa jauh dari genggamanmu tapi aku hanya ingin menjadi satu-satunya dari bagian hidupmu. Memang sudah salah langkah tak bisa kita alihkan lagi kata-kanya. Kalau sudah dipilih maka jadi lah yg bunga ingin kan. Tapi, jika sama sekali belum maka silahkan kau pilih bunga manapun untuk kau bergantung. Maaf, aku tak bisa menjadi yg bisa di andalkan. Tapi, aku bisa menjadi salah satu nya yg kau genggam. Lalu kini pilihlah bunga mana yg mau kau hendaki. Aku tlah mencoba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar